Tugas liburan

“Pemanfaatan Program Wirausaha Muda (WISUDA) Sebagai Upaya Peningkatan Jiwa Kewirausahaan bagi Pelajar SMA/MA/SMK”
Nur Afni Okta, Rabiatul Munawarah, Wahyu Ikhsanul Muttaqin,
SMA Negeri 10 Samarinda

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Asean Economic Comunity (AEC) merupakan sebuah komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang bergabung demi terwujudnya ekonomi yang terintergrasi. Negara-negara yang tergabung dalam AEC memberlakukan sistem single market dalam artian terbuka untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. AEC direncanakan akan diimplementasikan pada tahun 2015 (Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2014: 85). Dengan adanya AEC, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian warga negaranya. Faktor yang mendukung terciptanya peluang tersebut, yaitu: sumber daya alam di Indonesia yang melimpah, baik disektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan serta energi (Kompas, 2014), memiliki penduduk terbanyak di ASEAN(Badan Pusat Statistik, 2010:7), adanya perlindungan hukum bagi investor dan tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No.37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Oleh karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat bersaing dalam AEC 2015.
Dengan berlimpahnya sumber daya alam di Indonesia akan mengundang investor-investor asing untuk menginvestasikan modalnya di Indonesia. Selain investor-investor asing, penduduk negara anggota ASEAN akan menjadi pesaing penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus memiliki program untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat bersaing di AEC 2015.
Pemerintah mengimplementasikan program pendidikan kurikulum 2013 yang memuat kewirausahan untuk menumbuhkan dan melatih jiwa kewirausahaan dikalangan pelajar Indonesia.Namun berdasarkan studi pustaka yang dilakukan penulis terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Prakarya dan Kewirausahaan pada kurikulum 2013 oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, lima dari enam indikator pembelajarannya merupakan teori, hanya satu yang merupakan praktik. Hal ini dirasa kurang mampu membangkitkan jiwa kewirausahaan dikalangan pelajar. Mengingat banyaknya materi yang disampaikan namun kurang terealisasi di lapangan
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis membuat program untuk mengembangkan prinsip kewirausahaan yang ada dikurikulum 2013, yaitu: program Wirausaha Muda (WISUDA). Program WISUDA bertujuan menyeimbangkan antara materi dan realisasi dilapangan dalam kewirausahaan dengan menambahkan bahasa Inggris sebagai salah satu basis dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan wirausaha-wirausaha yang diharapkan mampu bersaing di dunia Internasional.

2.Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai penulis dengan program WISUDA sebagai berikut:
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan pelajar
Mempersiapkan pelajar Indonesia menghadapi persaingan internasional sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia
Meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia
Mengurangi pengangguran pada tenaga kerja produktif
Meningkatkan sumber daya manusia

3.Manfaat
Manfaat yang diharapkan penulis dengan program WISUDA sebaga i berikut:
Meningkatnya jumlah wirausaha-wirausaha muda di Indonesia
Terciptanya wirausaha-wirausaha yang mampu bersaing di dunia internasional
Meningkatnya perekonomian negara Indonesia
Menjadi referensi bagi pemerintah dalam mempersiapkan generasi-generasi muda untuk bersaing di dunia internasional

B.Gagasan
Asean Economic Comunity (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi regional yang direncanakan untuk dicapai pada tahun 2015. Dengan pencapaian tersebut maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal yang memproduksi barang, jasa, investasi dan tenaga terampil serta aliran modal yang bebas. Adanya aliran komoditi dan faktor produksi tersebut diharapkan membawa ASEAN menjadi kawasan yang makmur dan kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang merata, serta menurunnya tingkat kemiskinan dan perbedaan sosial-ekonomi di kawasan ASEAN(Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2013: 85)
Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang akan ikut serta dalam AEC 2015 (Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2013: 3). Akan tetapi hingga saat ini Indonesia belum siap untuk mengahadapi AEC tersebut mengingat data Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia pada Januari 2012 mencapai 3,75 juta atau 1,56% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta jiwa Kondisi ini mengundang keprihatinan penulis. Oleh karena itu penulis membuat program Wirausaha Muda (WISUDA) sebagai upaya mempersiapkan wirausaha-wirausaha muda Indonesia.
Terbentuknya WISUDA merupakan pengembangan dari pelajaran kewirausahaan di kurikulum 2013 dengan menambahkan bahasa Inggris sebagai salah satu basis dalam pelaksaannya. Program WISUDA akan menjadi program wajib bagi pelajar di SMA/SMK/MA yang terintegrasi pada mata pelajaran kewirausahaan.
Pelaksanaan program WISUDA berlangsung selama tiga tahun selama pelajar duduk di bangku SMA/SMK/MA yang dibagi menjadi empat tahap.
Tahap-tahap pelaksanaan program WISUDA sebagai berikut:
1.Tahap I
Tahap I dilaksanakan pada saat siswa di kelas X semester satu. Pada tahap ini siswa menerima berbagai materi tentang kewirausahaan dari guru mata pelajaran, diantaranya: kepemimpinan, berpikir kreatif dan inovatif, bertanggungjawab, penyelesaian masalah, pembuatan proposal, laporan keuangan, tata cara pemasaran, dan laporan pertanggungjawaban sebagai bekal dalam berwirausaha.

2.Tahap II
Tahap II dilaksanakan pada saat siswa di kelas X semester dua. Pada tahap kedua ini siswa akan dibagi ke dalam beberapa tim yang tiap-tiap tim terdiri dari tiga orang. Tiap tim memiliki seorang ketua dan yang akan diganti setiap minggunya. Hal ini bertujuan agar terciptanya jiwa kepemimpinan di setiap anggota tim. Tiap tim diharuskan membuat proposal produk yang akan dijadikan usaha. Produk dapat berupa barang ataupun jasa. Produk yang dipilih harus berbeda atau merupakan modifikasi dari produk yang sudah ada dipasaran. Proposal harus mengandung beberapa komponen, yaitu: latar belakang pembuatan produk, tujuan dan manfaat, tata cara pembuatan produk, rincian dana yang dibutuhkan, tata cara pemasaran, serta target yang ingin dicapai.
Tiap sekolah menyediakan koperasi untuk program WISUDA. Proposal yang dibuat menentukan berapa modal yang akan diberikan koperasi kepada masing-masing tim. Dana maksimum yang diberikan oleh koperasi sebagai modal akan dibatasi sekolah. Proposal harus dibuat dalam dua bahasa (bilingual) yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk melatih siswa menggunakan bahasa Inggris. Hal itu bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam persaingan wirausaha di dunia Internasional.

3.Tahap III
Tahap III dilakukan pada saat siswa di kelas XI. Pada tahap ini siswa akan merealisasikan produk yang telah mereka rancang sebelumnya. Setelah produk tersebut selesai, siswa dapat memasarkan produknya. Pemasaran produk berlangsung sejak siswa menyelesaikan pembuatan produk hingga akhir semester empat. Selama siswa memasarkan produknya, siswa boleh meminjam dana tambahan dari koperasi dengan syarat, yaitu: menunjukkan jurnal pemasukan dan pengeluaran keuangan dua bulan terkahir dan inovasi atau ide pengembangan usaha.
Siswa diperbolehkan melakukan pemasaran diluar jam dan/atau diluar lingkup sekolah yang telah ditentukan dengan syarat tidak menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Siswa tidak diijinkan membawa orang diluar tim untuk membantu segala keperluan usaha. Selama saat pemasaran siswa harus menggunakan dua bahasa, yakni 70% bahasa Indonesia dan 30% bahasa Inggris yang dibuktikan dengan video dokumentasi sebagai salah satu aspek penilaian. Bagi siswa yang memproduksi barang, harus tercantum deskripsi dalam dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Selama tahap ketiga ini akan ada tim pengawas dari sekolah yang mengawasi kegiatan WISUDA.Tim pengawas terdiri dari tiga orang anggota koperasi dan dua orang tata usaha. Anggota tim pengawas harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu: memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepahaman wirausahawan, serta mampu menilai secara obyektif . Setiap tim WISUDA harus melaporkan perkembangan usaha, laporan keuangan, inovasi, hambatan serta dokumentasi setiap kegiatan kepada tim pengawas setiap bulan.

4.Tahap IV
Tahap keempat merupakan tahap terakhir yang mencakup pertanggungjawaban dari tahap awal hingga akhir. Tahap IV dilaksanakan pada saat siswa di kelas XII. Siswa harus membuat laporan pertanggungjawaban hasil kegiatan kewirausahaan yang telah mereka lakukan selama empat semester. Setiap tim WISUDA wajib menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada tim pengawas. Tim pengawas melakukan perhitungan nilai masing-masing tim dari seluruh rangkaian program WISUDA. Tim pengawas akan memberi penghargaan kepada tim yang mampu memenuhi kriteria yang telah ditentukan dalam beberapa bidang, yaitu: penghasilan terbanyak, pelayanan terbaik, dan produk terbaik.

C.Simpulan
Asean Economic Comunity (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi regional yang akan diberlakukan pada tahun 2015 yang melibatkan seluruh anggota ASEAN dengan tujuan meningkatkan perekonomian ASEAN. Oleh karena itu, Indonesia sebagai anggota ASEAN harus mempersiapkan masyarakatnya agar dapat bersaing di AEC 2015. Dalam upaya mempersiapkan AEC 2015 pemerintah telah menerapkan Kurikulum 2013 pada pelajar SMA/SMK/MA yang didalamnya terdapat pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Namun dalam realisasinya siswa belum merasakan hal yang dimaksudkan.
Program WISUDA dibuat dengan mengembangkan pelajaran kewirausahaan di Kurikulum 2013 dengan menambahkan bahasa Inggris sebagai salah satu basis dalam pelaksanaannya. Program WISUDA dilakukan secara berkelompok selama siswa berada di bangku SMA/SMK/MA yang dibagi menjadi empat tahap, yaitu: Tahap pertama adalah pemberian materi dari guru mata pelajaran. Tahap kedua adalah tahap penyusunan proposal usaha. Tahap ketiga adalah tahap pemasaran produk. Tahap keempat adalah tahap penyusunan laporan pertanggungjawaban kegiatan WISUDA oleh masing-masing kelompok. Pada pelaksanaan program WISUDA akan ada tim pengawas sebagai pemonitoring kelancaran program WISUDA.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2010. Hasil Sensus Penduduk 2010 Data Agregat per Provinsi. Jakarta
Departemen Perdagangan Republik Indonesia. 2014. Menuju ASEAN Economic Community 2015. Jakarta
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Output Prakarya dan Kewirausahaan Kurikulum 2013. Jakarta
Suryanatha. 2014. Daftar kekayaan Indonesia. Kompas. 25 September 2014.

ini nih karya tulis yang kemaren membawa kami ke ipb. ( baca ; artikel sebelumnya ,frist time )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s